Tipe Elemen : Fuuton (angin)
Pengguna : Naruto Uzumaki
Klasifikasi : Ninjutsu
Tipe Jutsu : Serangan
Jarak Serang : dekat- Jauh
Rank : S
Teknik yang dikembangkan dari rasengan, dengan memasukan cakra angin milik Naruto, maka terciptalah bentuk seperti shuriken yang berputar dengan cepat. Kakashi dan Yamato yang mengusulkan ide jutsu ini dan melatih Naruto, Naruto diajarkan mengalirkan cakra anginnya pada daun hingga terpotong, dan kemudian membelah air terjun. Naruto kesulitan untuk memasukan cakra anginnya pada Rasengan dan hampir menyerah. naruto mengatakan ini seperti melihat ke kanan dan kiri secara bersamaan, namun saat kakashi mendengarnya, dia membuat bunshin dan kakashi dan bunshinnya melihat ke kiri dan kanan. hal itu memberikan inspirasi kepada naruto untuk membuat dua bunshin, dan berhasil menggunakannya. Naruto dan satu bunshinnya membuat Rasengan dan bunshin yg satunya lagi memasukan Cakra anginnya. Namun jutsu ini memakan Cakra yang besar,
Naruto sendiri saat menggunakan jutsu ini dalam keadaan normal, akan langsung kelelahan. Efek dari jutsu ini jika terkena dalam jarak dekat kepada musuhnya maka akan meledak dan terbentuk jarum-jarum yang menusuk musuhnya hingga ke selnya, sehingga tubuh korban akan hancur dari dalam. Korban pertama yang merasakan Kengerian dari jutsu ini adalah Kakuzu. sayangnya Naruto sendiri akan kena dampak luka di tangannya setelah menggunakan Jutsu ini.
Naruto berhasil mengembangkan serangan jurus ini dalam Mode Sage, dengan Cakra Sagenya Naruto dapat menggunakan Rasenshuriken tanpa kehilangan cakra miliknya, dia memodifikasi cara penggunaannya dengan dilempar, dengan ini akan mengurangi Resiko cedera ditangannya. Dengan dilempar, Rasenshuriken akan memotong apapun yang ada dihadapannya. hal ini memungkinkan Naruto menggunakan Rasenshuriken sebagai serangan Jarak Jauh.
Pengguna : Naruto Uzumaki
Klasifikasi : Ninjutsu
Tipe Jutsu : Serangan
Jarak Serang : dekat- Jauh
Rank : S
Teknik yang dikembangkan dari rasengan, dengan memasukan cakra angin milik Naruto, maka terciptalah bentuk seperti shuriken yang berputar dengan cepat. Kakashi dan Yamato yang mengusulkan ide jutsu ini dan melatih Naruto, Naruto diajarkan mengalirkan cakra anginnya pada daun hingga terpotong, dan kemudian membelah air terjun. Naruto kesulitan untuk memasukan cakra anginnya pada Rasengan dan hampir menyerah. naruto mengatakan ini seperti melihat ke kanan dan kiri secara bersamaan, namun saat kakashi mendengarnya, dia membuat bunshin dan kakashi dan bunshinnya melihat ke kiri dan kanan. hal itu memberikan inspirasi kepada naruto untuk membuat dua bunshin, dan berhasil menggunakannya. Naruto dan satu bunshinnya membuat Rasengan dan bunshin yg satunya lagi memasukan Cakra anginnya. Namun jutsu ini memakan Cakra yang besar,
Naruto sendiri saat menggunakan jutsu ini dalam keadaan normal, akan langsung kelelahan. Efek dari jutsu ini jika terkena dalam jarak dekat kepada musuhnya maka akan meledak dan terbentuk jarum-jarum yang menusuk musuhnya hingga ke selnya, sehingga tubuh korban akan hancur dari dalam. Korban pertama yang merasakan Kengerian dari jutsu ini adalah Kakuzu. sayangnya Naruto sendiri akan kena dampak luka di tangannya setelah menggunakan Jutsu ini.
Naruto berhasil mengembangkan serangan jurus ini dalam Mode Sage, dengan Cakra Sagenya Naruto dapat menggunakan Rasenshuriken tanpa kehilangan cakra miliknya, dia memodifikasi cara penggunaannya dengan dilempar, dengan ini akan mengurangi Resiko cedera ditangannya. Dengan dilempar, Rasenshuriken akan memotong apapun yang ada dihadapannya. hal ini memungkinkan Naruto menggunakan Rasenshuriken sebagai serangan Jarak Jauh.
Klasifikasi : Kekkei Genkai, Ninjutsu, Doujutsu
Kelas : Menyerang
Tipe : Katon
Radius : Jarak DekatPengguna : Uchiha Itachi, Uchiha Sasuke, Uchiha Madara
Amaterasu merupakan jutsu tertinggi elemen api. Dan menurut apa yang dikatakan oleh Zetsu, jutsu ini merupakan ninjutsu terkuat dari mata Itachi. Dikatakan mewakili materi Dunia dan Cahaya (Busshitsuka to Hikari), antipoda dari Tsukuyomi, genjutsu dengan kekuatan serupa dan juga merupakan salah satu dari doujutsu Mangekyou Sharingan.
Api hitam dari Amaterasu juga kerap dianggap sebagai api neraka yang panasnya setara dengan matahari, membakar bagian dimana pengguna memfokuskan matanya. Meskipun dinyatakan kalau tidak bisa dihindari, beberapa kali Amaterasu pernah dihindari. Misalnya ketika Sasuke menghindar saat Itachi mencoba fokus untuk melihatnya.
Amaterasu dapat dihindari secara instant oleh Raikage keempat dengan menggunakan Raiton no Yoroi yang ditambah dengan Sunshin no Jutsu. Juga dapat dibelokan menggunakan Shinra Tensei Nagato.
Api ini dapat membakar hampir segala yang ada di jalannya, bahkan mampu melahap dengan mudah tembakan api biasa. Amaterasu juga dikatakan tak akan pernah berhenti membakar. Meskipun targetnya telah menjadi abu, Amaterasu masih tetap bisa membakar selama tujuh hari tujuh malah, dan tak bisa dihentikan dengan air atau cara biasa lainnya. Satu-satunya material yang gagal dilalap Amaterasu adalah pasir Gaara.
Meski terus membakar, Amaterasu membakar secara perlahan, memberikan kesempatan pada seseorang yang pakaiannya terlahap untuk membuka pakaian tersebut sebelum apinya menjalar ke tubuh.
Kelihatannya, Amaterasu juga berbahaya bagi si pengguna. Mata kanan dari pengguna yang belum Eternal kerap akan mengeluarkan darah ketika menggunakannya secara berlebihan.
Selain mengeluarkan, Itachi juga mampu memadamkan api ini dalam batasan tertentu menggunakan Mangekyou Sharingan kanannya. Sebelum kematiannya, ia menanamkan beberapa api hitam ke mata Sasuke yang kemudian aktif saat melihat sharingan Tobi.
Sasuke, setelah mendapat Mangekyou Sharingannya sendiri kemudian mampu mengeluarkan Amaterasunya sendiri dengan menggunakan mata kiri. Bahkan, Shi mengatakan kalau kemampuan Sasuke dalam menggunakan Amaterasu lebih hebat dari Itachi. Ia dapat memadamkan apinya dengan lebih mudah dan juga memanipulasinya ke dalam bentuk elemen lain, yaitu Enton.
Sumber : BEELZETA
